INASGOC Targetkan Penyelenggaran Gulat Berstandar Asia

Press Release

Kesuksesan Panitia Pelaksana Asian Games 2018 ( INASGOC) yang menggandeng induk organisasi olahraga nasional (PB/PP) dalam menyelenggarakan enam ajang test event “Road to Asian Games 2018” sejak Juli lalu menjadikan acuan dalam penyelenggaraan ajang serupa di cabang gulat yang bertajuk Indonesia Senior Wrestiling Championships” yang digelar 22-28 Oktober 2017 di GOR Ciracas, Jakarta Timur, .

 

Test event cabang yang dipertandingkan di Olimpiade ini berkategori kejuaraan nasional senior yang diikuti 270 atlet dan ofisial dari 19 perwakilan pengurus daerah dari hampir semua pulau di Indonesia (Sumatera, Jawa, Kalimantan,Sulawesi dan Papua) PB PGSI (Persatuan Gulat Seluruh Indonesia). Satu negara jiran, Thailand  mengirim tujuh atlet dan menjadi satu-satunya negara yang berpartisipasi di ajang ini.

 

“Kami mengapresiasi rentetan test event “Road to Asian Games 2018”yang sejak pekan lalu terus bergulir. Tak hanya di Jakarta, tapi juga di Palembang yang baru saja sukses menggelar test event bola voli pantai dengan kualitas Asia Pasifik. Saya berharap, induk organisasi banyak belajar dari test event ini untuk melatih kesiapan panpel dan juga atlet nasional,”ujar Sekjen INASGOC, Eris Herryanto.

 

Pembukaan test event ‘Road to Asian Games 2018’ ini  dihadiri  oleh Djoko Pramono selaku Wakil Deputi I Games Operation INASGOC, dihadiri oleh Ketua Umum PB PGSI Ramidin Saragih, Sekjen PGSI Washington Galingging, dan Ketua Pelaksana Test Event Gulat,Wilbertus Sitohang.

 

“Dalam 10 bulan menuju Asian Games, INASGOC bekerjasama dengan federasi cabor Indonesia terus melakukan evaluasi agar dapat menyelenggarakan multievent bertaraf Asia. Untuk para atlet, kalian harus percaya diri dalam menghadapi atlet dari negara lain. Dari event ini , kalian akan dipilih siapa yang akan mewakili Indonesia,” harap Djoko Pramono.

 

Meski tidak digelar di competition venue, hal itu tidak menghambat panpel dalam melakukan evaluasi akan kinerja penyelenggaraan dan juga kesiapan atlet. “Ajang menuju Asian Games 2018 ini merupakan kejuaraan atlet senior yang bekerjasama antara INASGOC dan PGSI. Rencanaya, ada tiga negara yang akan ikut, namun hingga pelaksanaan hanya Thailand yang positif hadir. Ajang ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk saling berkoordinasi dalam pengelolaan pertandingan dengan sukses sehingga dijadikan evaluasi untuk Asian Games 2018,” jelas Ramidin.

 

Selain itu, untuk memenuhi standar pelaksanaan Asian Games, INASGOC dan PB PGSI mengadakan workshop kepada panpel agar kualitas mereka lebih profesional. Untuk itu, panitia mengundang international technical officer (ITO) dari Thailand, wasit dari Iran dan juga menyertakan 24 orang wasit local (NTO/National Technical Officer).

 

“Kami (PGSI) juga telah melakukan evaluasi di setiap kejuaraan sebagai cara untuk meningkatkan prestasi atlet. Terutama di test event ini, kami dapat melihat potensi-potensi atlet yang nantinya akan diikutsertakan untuk membela bangsa di Asian Games 2018,” tambah Ramidin.

 

Test event gulat ini mempertandingkan nomor gulat bebas  untuk putra di kelas 57 kg, 65 kg, 74 kg, 86 kg, 97 kg, dan 125 kg, serta nomor greco romawi di kelas, 59 kg,  66 kg, 75 kg, 85 kg, 96 kg, dan 98 kg. Sementara untuk putri hanya memainkan nomor gulat bebas di kelas 48 kg, 53 kg, 57 kg, 58 kg, 63 kg, 65 kg, 69 kg, dan 75 kg.

 

Disamping itu, di hari pertama test event gulat mempertandingkan nomor gulat bebas untuk putri (senior) di kelas 48 kg, medali emas diraih oleh Eka Setiawati (Jabar), medali perak oleh Elvisiska Surani S. (Sumbar), medali perak oleh Nani Maryani (Riau) dan Annisa Safitria (Kaltim).

 

Di nomor gulat bebas putri (senior) kelas 53 kg medali emas diraih Dewi Ulfah (Kaltim), medali perak Desi Rahayu (Jabar), medali perunggu Mardiatul (Sumbar) dan Liri Wijayanti (Jatim).

 

Kemudian untuk gulat bebas putra (senior) di kelas 57 kg, medali emas diraih Ekoroni Saputra (Kaltim), Puji Prasetyo (jatim) memenangkan medali perak dan Agus Setia Budi (Kalsel) dan Hery Fernandes (Sumbar) memenangkan medali perak.

 

Untuk nomor gulat bebas putra di kelas 65kg, peraih medali emas dari Kaltim Ardiansyah Darmansyah, Aji Hakiki (Banten) meraih medali perak, sedangkan medali perunggu diraih Erickson (DKI Jakarta) dan M. Husaini Baros (Sumut).

 

 

 

Media & Public Relations INASGOC